Akhirnya senin, 30 April 2012 nanti harus pulang juga. Terima kasih sahabatku ariana..yang sudah mendampingi selama 3 tahun ini, banyak memberi dorongan saat kuliah, keliling bandung cari makan enak, rebus mie waktu uang tinggal sedikit. Semoga Allah selalu memberikan kebaikan untukmu sekeluarga.
Pelukku terutama untuk ibunda tercinta. Untuk segala yang diusahakannya, tidak terbayar dengan apapun. Ini ku persembahkan kado kecil untukmu. Semuanya tidak mungkin aku lakukan jika aku hanya sendiri. Berkat doamu, maka turunlah cahaya untukku, terbukalah pintu-pintu rizki, dan datanglah ridha Allah SWT. “Jangan pernah berputus asa”.
Ya Allah ampuni segala kesalahan dan khilafku selama perjalanan di masa yang lalu dan yang akan datang. Aku mengakui akan keindahan-Mu. Maka ampunilah dosa-dosaku. Berikanlah rahmat kepada kedua orang tuaku. Dan turunkanlah bala tentara-Mu kepadaku. Ya Allah berikanlah kekuatan, pengertian yang dalam, kesabaran, dan tunjukkanlah aku jalan yang lurus. Agar aku dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.
Amin,
(bandung 2009-2012)
Title: Narcissous (1579)
“My head thrown back, I let my gaze dwell on the ceiling, I underwent the profoundest experience of ecstasy I have ever encountered. I had attained that supreme degree of sensibility where the divine intimations of art merge with the impassioned sensuality of emotion. I long for those rare moments when I shiver with the rush of altered consciousness. In an ephemeral blast of time’s breath, it’s like the universe reveals itself and there is a mutual recognition of all things. But as quick as it manifests it slams shut it’s window, only leaving the essence like some intoxicating perfume that remains after someone has left the room.” — Stendhal on Caravaggio
|#